Solusi Menangani Anak Hiperaktif

Ketika bunda dihadapkan dengan permasalah anak yang memiliki ciri hiperaktivitas maka tentunya menjadi salah satu ketakutan terbesar. Kondisi tersebut paling mudah ditunjukkan melalui sikap anak yang seolah tidak bisa diam dan tenang.

Anak Hiperaktif

Penyebab Hiperaktivitas

Hiperaktif menunjukan suatu gejala dari masalah lain, termasuk penyakit mental dan fisik. Bunda jangan beranggapan hiperaktif adalah suatu penyakit yang berdiri sendiri, namun lebih seperti efek atau gejala dari permasalah yang dihadapi oleh anak.

Penyebab paling umum anak hiperaktif adalah:

  • ADHD (gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas)
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan otak dan gangguan saraf pusat
  • Gangguan psikologis

Ciri Anak Hiperaktif

Anak dapat digolongkan hiperaktif ketika aktif dengan tidak lazim, seperti anak cendering tidak mengindahkan seruan bunda untuk tetap tenang. Hiperaktivitas dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda seperti:

  • Terus bergerak secara berlebihan, seolah tidak pernah lelah
  • Agresif (bersikap atau berkata-kata kasar)
  • Impulsif (tak berpikir panjang sebelum bertindak), misalnya merusak mainan favoritnya sendiri baru kemudian menyesal
  • Tidak bisa fokus, selalu ganti-ganti aktivitas dan susah diajak bicara

Penanganan Anak Yang Hiperaktif

Ketika penyebanya berasal dari gangguna fisik seperti gangguan tiroid, gangguan otak, atau gangguan saraf pusat, maka pastikan anak mendapat pengobatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun bila perilaku hiperaktif disebabkan oleh gangguan emosional berikan bantuan pada kesehatan mental anak juga berikan terapi perilaku kognitif.

Pengobatan anak hiperaktif membutuhkan dukungan dari orang di sekeliling anak tersebut.

Anak Tidak Disiplin

1. Jauhkan dari gangguan

Maksudnya adalah hindarkan anak dari segala hal yang dapat mengganggu fokusnya. Misalnya, dengan menempatkan si kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

2. Atur pola hidup yang terstruktur

Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti. Anak hiperaktif cenderung mudah cemas saat mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Berikanlah pola yang terstruktur untuk lebih fokus dan tidak mudah cemas.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Anak hiperaktif umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana.

4. Sabar

Untuk mengajar anak hiperaktif membutuhkan mental yang kuat, orang tua diharapkan lebih sabar dan tenang. Biasanya anak tersebut akan sering membuat jengkel.

5. Memperhatikan makanan yang dikonsumsi

Ketika anak-anak merasa lapar dan kadar gula dalam darah nya menurun sehingga tubuh merespon seolah-olah kekurangan energi, maka anak akan cenderung menjadi rewel, membuat suasana hati dan perilaku anak menjadi tidak stabil.

Semoga tips diatas dapat membantu bunda untuk dapat "mengendalikan" anak yang mengalami hiperaktivitas.

Bertanya dan belanja Nutrinext Lastabumin bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB
Silahkan menghubungi kami melalui
Telpon Nurtinext LastabuminWhatsapp Nurtinext LastabuminSMS Nurtinext Lastabumin
ke nomor berikut :

0823 1538 9009
Disclaimer : Khasiat yang didapat dengan minum Nutrinext Lastabumin akan berbeda, dikarenakan bisa bergantung pada tingkatan penyakit, kondisi tubuh pasien, umur serta jenis kelamin.